Pada era
globalisasi sekarang ini PR semakin mengikuti perkembangan zaman, internet
menjadi sarana pilihan terbaik bagi praktisi PR untuk melakukan kegiatannya.
Kegiatan PR menemukan kembali standar dan metodologi untuk melindungi,
mengelola, dan memelihara aset paling berharga, yaitu citra atau image yang
akan meningkatkan kepercayaan dan reputasi.
Perkembangan
PR juga berpengaruh pada perkembangan medianya. Untuk diketahui, ada 3 bentuk media
yang dapat digunakan seorang PR yaitu, pertama media sangat tradisional (
kentongan, beduk dll), kedua media tradisional adalah media konvensional yang
sering digunakan saat ini ( surat kabar, majalah, radio, televisi). Selanjutnya
adalah media kontemporer yang merupakan media masa kini atau terbaru. Media
kontemporer ini identik dengan sebutan web 2.0 yang dibagi menjadi tiga, yaitu
media massa online seperti newspaper online atau digital radio, media non massa
online seperti chating atau teleconfrence, dan sosial media online seperti
facebook atau twitter.
Menjadi
seorang Digital PR haruslah familiar dengan
yang namanya media sosial. Dengan pesan dan audience yang tepat, makanya akan
lebih mudah tersampaikan pesan yang diinginkan.
Jaringan pesan akan tersebar luar dengan sambungan – sambungan para
audience. Digital PR ini dapat menyentuh langsung ke target audience atau
publik yang ingin dituju dengan cara mentargetkan apa yang diinginkan publik,
dengan memaksimalkan potensi email, blog, media sosial untuk memperoleh
komunikasi yang objektif.
Digital PR
mempunyai banyak kelebihan, salah satunya dapat menjalin hubungan langsung
dengan stakeholders atau pemilik saham tanpa perantara, dan dapat memonitor isu
yang berkembang di internet. Dan dapat dengan mudah juga langsung menepis isu
yang berkaitan dengan organisasi yang bersangkutan. Pesan yang ingin
disampaikan kepada publik maupun stakeholder organisasi juga tersampaikan
secara langsung tanpa perantara agar pesan yang tersampaikan sesuai keinginan.
Namun, perkembangan teknologi ini tergantung pada si pemakainya sendiri.
Intinya, data
dari social media bisa bernilai tinggi dan membantu humas menjalankan tugasnya.
Komunikasi di social media bisa jadi tak terkendali, namun membuka peluang bagi
public relation untuk penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan sangat
berguna untuk membangun kepercayaan publik, jika didukung sistem monitoring
yang berbasis data.
Referensi : http://migaalysia.blogspot.co.id
Komentar
Posting Komentar